Bagaimana Pahala Qurban untuk Keluarga yang Menyerahkan Hewan? Ini Penjelasannya

Islam telah terbukti membawa rahmat untuk semesta alam. Dalam Islam apabila seseorang yang berniat keburukan, belum dicatat sebagai amal, kecuali telah ditunaikan lewat tindakan. Akan tetapi berbeda apabila seseorang yang punya niat baik. Saat itu juga niat itu telah dicatat sebagai pahala. Hal ini juga berlaku untuk keluarga yang melakukan serah-terima hewan qurban saat doa niat berqurban berlangsung.

Ada hal aneh yang kerap terjadi di antara kita. Terdapat suatu kebiasaan, apabila setiap berganti tahun, berganti pula orang yang menyerahkan hewan qurban dalam sebuah keluarga. Secara ringkas, maksudnya begini. Kalau tahun pertama yang berqurban adalah sang ayah, lalu tahun berikutnya, yang berqurban sang ibu, tahun berikutnya lagi sang anak. Apakah ada yang seperti ini? Ada. Tidak sedikit juga.

Padahal, walau yang berqurban hanya salah satu anggota keluarga, pahalanya bisa untuk keluarga. Pahala di sini berpatokan pada niat ketika berqurban. Ini berlaku untuk pihak yang menyerahkan qurban berupa satu kambing, maupun 1/7 dari sapi (patungan). Tidak harus bergiliran seperti yang kita sebutkan tadi. Hal ini sudah terangkum dalam hadits shahih ini.

Dari Atho’ bin Yasar, beliau berkata: “Aku pernah menanyakan qurban pada Ayyub Al-Anshori di masa Rasulullah SAW. Beliau berkata, ‘Seseorang (pada zaman Rasulullah) biasa meniatkan qurban seekor kambing untuk satu keluarganya. Setelah itu mereka memakan (sedikit qurban) dan memberikannya untuk yang lain.” (HR. Tirmidzi)

Itulah hadits yang tegas, tapi sarat akan ilmu yang terkandung. Boleh saja kalau seseorang berqurban untuk dirinya sendiri. Akan tetapi kalau ia memiliki keluarga, terlebih kalau keluarganya punya anggota banyak, meniatkan untuk mereka juga jauh lebih baik. Qurban ini erat kaitannya dengan kepentingan sosial. Jadi, semakin banyak orang yang merasakan, semakin baik hasilnya. Walau mungkin jumlahnya sedikit.

Namun demikian ada juga yang terasa janggal. Terutama saat setelah pemotongan dan pencacahan daging qurban sudah dilaksanakan. Tak sedikit orang justru memprioritaskan hewan qurban itu diberikan pada orang yang berqurban. Padahal kita telah tahu, bahwa ia berqurban karena sudah mampu. Tidak elok kalau banyak bagian daging qurban justru diberikan padanya.

Untuk itu, tak perlulah kita memiliki pandangan tentang qurban seperti di atas. Terutama yang menyangkut doa niat berqurban tadi. Bahkan Rasulullah SAW pernah berqurban untuk keluarganya yang berjumlah 100. Jadi, kolektif pahala dalam berqurban itu tidak ada batasnya. Sebab, yang memiliki dan memberikan pahala berasal dari satu: Allah SWT.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*