Imunisasi Anak: Mencegah Anak Dari Penyakit

Proverawati dan Andhini pada tahun 2010 mengatakan, imunisasi adalah salah saru cara untuk menjadikan anak dari penyakit, jadi diharapakan anak tumbuh dalam keadan sehat. Perlu diketahui di dalam tubuh manusia pada dasarnya sudah memiliki pertahanan secara mandiri agar penyakit atau kuman yang masuk bisa dapat dicegah. Pertahanan tubuh meliputi non spesifik dan spesifik , pertahanan tubuh pertama kali yaitu pertahanan non spesifik yaitu komplemen dan makrofag dimana kedua ini memberikan peran untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh.

Kenapa imunisasi itu penting?

Imunisasi anak sangat perlu dilakukan untuk mencegah dan melidungi dari penyakit. Imunisasi bisa dikatakan vaksinasi untuk anak dengan proses memasukkan jenis virus tertentu uang telah dilemahkan melalui suntukan agar bayi bisa menciptakan antibody untuk melawan virus tersebut.

Pastinya bagi anak mendapatkan vaksinasi merupakan hal yang tidak mengenakan, karena mendapatkan suntikan sampai berkali-kali. Tapi suntikan ini cuma rasa sakit sementara saja, kerena setelah diberi suntikan vaksinasi anak akan kebal terhadap virus dan kuman atau bisa kita kita katakan memiliki antibody pada anak.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati anak dari penyakit. Dengan pencegahan dari penyakit bisa menghemat biaya, kerena untuk mengobati perlu dana yang lumayan besar untuk dikeluarkan. Imunisasi anak strategi yang sudah terbukti yang dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat. Karena dengan imunisasi ada beberapa vaksin dan tujuannya seperti vaksin HEPATITIS B yaitu menanggulangi kerusakan hati, BGC mencegah penularan TBC (Tuberkolusis), POLIO, IPV mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan lumpuh pda tungkai dan lengan, DPT difteri yang menyebabkan penyumbatan untuk bernafas, HB mencegah batuh rejan yaitu batuk yang 100 hari tetanus,  sedangkan HIB  ini vaksin untuk mengobati infeksi meningitis (radang selaput otak), dan campak yang dapat menyebabkan komplikasi radang paru-paru, radang otak dan bisa menyebabkan kebutaan.

Adapun efek samping imunisasi anak:

Biasanya tidak ada efek samping, tapi pada beberapa anak bisa saja menyebabkan demam tapi kasusnya terjadi sangat kecil. Bahkan ada juga terkena diare dan kemerah-merahan tapi  juga tidak banyak kasusnya terjadi pada anak.

Demikian artikel tentang imunisai anak mencegah lebuh baik dari pada harus mengobati. Mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat untuk anda yang memang memiliki anak khususnya orang tua yang selalu memperhatikan kesehatan anaknya untuk mencegah penyakit yang berbahaya pada anak di masa akan datang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*