Museum Nasional, Sejarah Kebudayaan Indonesia

Kebetulah nih hari ini  saya sangat senang karena mendapat cerita sejarah Indonesia dari Ibu guru di sekolah. Kita perlu belajar sejarah loh ya, karena akan mengingatkan kepada kita masa-masa peradaban sebelum kita bahkan bisa menjadi sebuah pelajaran untuk dimasa akan datang.

Kini museum Nasional dinaungi oleh kementrian Kebudayaan dan Pariwisara. Museum Nasional sendiri mempunyai visi yang mengacu kepada visi Kementerian Kebudayaan dan Parawisata. “Terwujudnya Museum Nasional sebagai pusat informasi budaya dan parawisata yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan peradaban kebudayaan nasional, serta memperkokoh persatuan dan persahabatan antarbangsa”.

Museum Nasional terletak di Jalan Medan Merdeka Barat 12 Jakarta Pusat, sangat berdekatan dengan monas. Jika anda menaiki bus TransJakarta dan berhenti di terminal Monas, maka kira-kira sekitar 200 Meret dari Museum. Tempat ini merupakan kebanggan Jakarta, karena memberikan pengunjung wawasan sejarah Indonesia dalam warisan budaya dari hari prasejarah sampai saat ini. Sekarang museum ini sudah diperluas yaitu koleksian sekitar dari 109.342 objek mulai dari Arkeonilogi, Ernografi, Numismatik-Heraldic, Geografi dan Sejarah Peninggalan.

Museum ini sangat dikenal di kalangan orang-orang di Indonesia. Mereka menyebutnya dengan “Gedung Gajah” atau “Museum Gajah” dikarenakan di halaman depan terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn daro Thailand, karena dahulu beliau pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Ada juga orang yang menyebutnya museum ini disebut “Gedung Arca”, karena di dalam museum ini sangat banyak sekali arca-arca yang terkumpul dari berbagai daerah mulai dari “Arca Ganesha” Ganesha ini terkenal di kalangan hindu yang dikenal sebagai dewa yang paling populer, jadi dewa Ganesha ini dewa yang berkepala gajah, dikalangan menyebutnya  manusia setengah dewa yang dijuluki anak dari Dewa Diva.

Ada lagi yang namanya “Arca Bhairawa” koleksi ini ditemukan di kawasan persawahan di tepi sungai di Padang Roco, Sumatera Barat. Bhairawa merupakan Dewa Siwa dalam salah satu aspek perwujudannya. Bhawiwara katanya bersifat ganas (ugra), ada taringnya, dan sangat besar sperti raksasa. Meskipun koleksi ini sudah tidak utuh lagi, karena dahulunya patung ini tertimbun di dalam tanah, akan tetapi masyarakat tidak menyadarinya bahwa ini adalah arca yang sangat bersejarah, sehingga digunakan untuk batu asah dan menumbuk padi.

Untuk anda yang senang dengan jalan-jalan, apalagi ke Jakarta jangan lupa mampir ke Museum Nasional untuk belajar sejarah dari Indonesia. Ingin berkunjung ke tempat wisata lainya yang berada di Nusantara ini, anda bisa mengunjungi Indonesia.Travel (Wonderful Indonesia).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*